Nama    : Rizky Abu Rizal

Kelas     : 2KA25

NPM     : 16110157

Teori Organisasi Umum

Teori organisasi dibagi atas 5 klasifikasi yaitu

1.    Teori manajemen ilmiah

2.    Teori organisasi klasik

3.    Teori organisasi hubungan antar manusia

4.    Teori behavioral science

5.    Teori aliran kuantitatif

berikut penjabaran dari ke 5 klsaifikasi teori organisasi :

 

1. Teori Manajemen Ilmiah / Klasik

Variabel yang diperhatikan dalam manajemen ilmiah :

1.    Pentingnya peran seorang manajer

2.    Pemanfaatan dan pengangkatan tenaga kerja

3.    Tanggung jawab kesejahteraan seorang  karyawan

4.    Iklim yang cenderung kondusif

Manajemen ilmiah memperhatikan prinsip-prinsip pembagian kerja.

  • Robert Owen (1771 – 1858)

Menekankan tentang peranan sumberdaya manusia sebagai kunci keberhasilan perusahaan. Dilatar-belakangi oleh kondisi dan persyaratan kerja yang tidak memadai, dimana kondisi kerja sebelumnya dan kehidupan pekerja pada masa itu sangat buruk.

  • Charles Babbage (1792 – 1871)

Menganjurkan untuk mengadakan pembagian tenaga kerja dalam kaitannya dengan pembagian pekerjaan. Sehingga setiap ekerja dapat dididik dalam suatu keterampilan khusus. Setiap pekerja hanya dituntut tanggungjawab khusus sesuai dengan spesialisasinya.

  • Frederick W. Taylor :

Merupakan titik tolak penerapan manajemen secara ilmiah hasil penelitian tentang studi waktu kerja (time & motion studies). Dengan penekanan waktu penyelesaian pekerjaan dapat dikorelasikan dengan upah yang diterima. Metode ini disebut sistem upah differensial.

  • Hennry L. Gantt (1861 – 1919) :

Gagasannya mempunyai kesamaan dengan gagasan Taylor, yaitu :

1.    Kerjasama saling menguntungkan antara manajer dan karyawan.

2.    Mengenal metode seleksi yang tepat.

3.    Sistem bonus dan instruksi.

Akan tetapi Hennry menolak sistem upah differensial. Karena hanya berdampak kecil terhadap motivasi kerja.

  • Frank B dan Lillian M. Gilbreth (1868 – 1924 dan 1878 – 1972) :

Berdasarkan pada gagasan hasil penelitian tentang hubungan gerakan dan kelelahan dalam

pekerjaan. Menurut Frank, antara gerakan dan kelelahan saling berkaitan. Setiap gerakan  yang dihilangkan juga menimbulkan kelelahan. Menurut Lillian, dalam pengaturan untuk mencapai gerakan yang efektif dapat mengurangi kelelahan.

  • Herrrington Emerson (1853 – 1931) :

Berpendapat bahwa penyakit yang mengganggu sistem manajemen dalam industri adalah

adanya pemborosan dan inefisinesi. Oleh karena itu ia menganjurkan :

1.    Tujuan jelas

2.    Kegiatan logis

3.    Staf memadai

4.    Disiplin kerja

5.    Balas jasa yang adil

6.    Laporan terpecaya

7.    Urutan instruksi

8.    Standar kegiatan

9.    Kondisi standar

10. Operasi standar

11. Instruksi standar

12. Balas jasa insentif

 

2. Teori Organisasi Klasik

  • Henry Fayol

Fayol adalah seorang industrialis Perancis. Peranan Fayol dapat disejajarkan dengan Taylor, dua tokoh ini mengemukakan hal yang sama bahwa ada prinsip-prinsip manajemen tertentu yang harus diajarkan dan dipelajari oleh para manajer dan karyawan. Tapi kedua tokoh tersebut berbeda dalam titik perhatiannya, dimana Fayol menitikberatkan pada manjer tingkat bawah, sedangkan Taylor menitik beratkan pada manajer tingkat menengah dan atas.

Fayol membagi manajemen menjadi lima unsur, dan fungsi ini dikenal sebai fungsionalisme, yaitu :

  1. Perencanaan
  2. Pengorganisasian
  3. Pemberian Perintah
  4. Pengkoordinasian
  5. Pengawasan

Fayol membagi enam kegiatan manajemen, yaitu :

  1. Teknik Produksi dan Manufakturing Produk
  2. Komersial
  3. Keuangan
  4. Keamanan
  5. Akuntansi
  6. Manajerial

Henry Fayol mengemukakan 14 prinsip manajemen, yaitu :

  1. Division of Work
    Adanya spesialisasi dalam pekerjaan, dimana dengan spesialisasi dapat meningkatkan efisiensi pelaksaan kerja.
  2. Authority and Responsibility
    Wewenang yaitu hak untuk memberi perintah dan kekuasaan untuk meminta dipatuhi. Tanggung jawab yaitu tugas dan fungsi yang harus dikerjakan, untuk ini diperlukan wewenang dari pihka diatasnya. Semua ini diperlukan sangsi agar dipatuhi oleh orang yang menerima.
  3. Discipline
    Melakukan apa yang sudah menjadi persetujuan bersama, disiplin ini sangat penting dalam tercapainya tujuan bersama, sebab tanpa ini tidak akan mencapai kemajuan.
  4. Unity of Command
    Setiap bawahan hanya menerima instruksi dari seorang atasan saja untuk menghilangkan kebingungan dan saling lempar tanggung jawab. Bila ini dilanggar maka wewenang berkurang, disiplin terancam dan stabilitas goyah.
  5. Unity of Direction
    Seluruh kegiatan dalam organisasi yang mempunyai tujuan yang sama harus diarahkan oleh seorang manajer.
  6. Subordination of Individual Interest to Generate Interest
    Kepentingan seserang tidak boleh di atas kepentingan bersama/organisasi
  7. Remuneration
    Gaji bagi pegawai merupakan harga servis atau layanan yang diberikan. Kompensasi harus adil baik bagi karyawan maupun bagi pemilik.
  8. Centralization
    Sentralisasi dan Desentralisasi merupakan pembagian kekuasaan.
  9. Scalar Chain (garis wewenang)
    Prinsipnya mempermudah komunikasi antara pegawai yang setingkat.
  10. Order
    Hendaknya setiap orang ditempatkan pada posisi yang tepat untuk mereka, berdasarkan pada kemampuan, bakat dan minatnya.
  11. Equity
    Harus ada persamaan perlakuan dalam organisasi.
  12. Stability of Tenure Personnel
    Turn over tenaga kerja yang tinggi tidak baik bagi pelaksanaan fungsi-fungsi organisasi.
  13. Initiative
    Bawahan diberi kekuasaan dan kebebasan di dalam mengeluarkan pendapatnya, menjalankan dan menyelesaikan rencananya, walaupun ada kesalahan yang mungkin terjadi.
  14. Esprit The Corps
    Persatuan adalah keleluasaan, pelaksanaan operasi organisasi perlu memiliki kebanggaan, keharmonisan dan kesetiaan dari para anggotanya yang tercermin dalam semangat korps.
  • James D. Mooney

Seorang eksekutif General Motors. Mooney mengartikan organisasi sebagai kelompok orang yang terdiri atas dua atau lebih orang untuk mencapai tujuan tertentu. Ada empat unsur yang harus diperhatikan dalam organisasi yaitu :

  1. koordinasi
  2. prinsip skalar
  3. prinsip fungsional
  4. prinsip staff
  • Mary Parker Follett

Follett menjembatani antara teori klasik dan hubungan manusiawi, dimana pemikiran Follett pada teori klasik tapi memperkenalkan unsur-unsur hubungan manusiawi. Dia menerapkan psikologi dalam perusahaan, industri dan pemerintahan. Konflik yang terjadi dalam perusahaan dapat dibuat konstruktif dengan menggunakan proses integrasi.

  • Chaster I. Barnard

Dalam bukunya The Function of The Executive mengatakan bahwa organisasi merupakan sistem kegiatan yang diarahkan pada tujuan yang hendak dicapai. Fungsi utama manajemen yaitu perumusan tujuan dan pengadaan sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Menurut teorinya yang diberi nama teori penerimaan mengatakan bahwa seorang bawahan akan menerima perintah hanya bila dia memahami dan mampu serta berkeinginan untuk mencapainya. Barnard adalah pelopor penggunaan pendekatan sistem.

3. Teori Hubungan Antar Manusia (1930 – 1950)

Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan psikologis terhadap bawahan, yaitu dengan mengetahui perilaku individu bawahan sebagai suatu kelompok hubungan manusiawi untuk menunjang tingkat produktifitas kerja.

Sehingga ada suatu rekomendasi bagi para manajer bahwa organisasi itu adalah suatu sistem sosial dan harus memperhatikan kebutuhan sosial dan psikologis karyawan agar produktifitasnya bisa lebih tinggi.

4. Teori behavioral science

  • Abraham maslow

Mengembangkan adanya hirarki kebutuhan dalam penjelasannya tentang perilaku manusia dan

dinamika proses motivasi.

  • Douglas Mc Gregor

Dengan teori X dan teori Y.

  • Frederich Herzberg

Menguraikan teori motivasi higienis atau teori dua faktor.

  • Robert Blake dan Jane Mouton

Membahas lima gaya kepemimpinan dengan kondisi manajerial.

  • Rensis Likert

Menidentifikasikan dan melakukan penelitian secara intensif mengenai empat sistem

manajemen.

  • Fred Fiedler

Menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemimpinan.

  • Chris Argyris

Memandang organisasi sebagai sistem sosial atau sistem antar hubungan budaya.

  • Edgar Schein

Meneliti dinamika kelompok dalam organisasi.

Teori behavioral science ditandai dengan pandangan baru mengenai perilaku orang per orang,

perilaku kelompok sosial dan perilaku organisasi.

5. Teori aliran kuantitatif

Memfokuskan keputusan manajemen didasarkan atas perhitungan yang dapatdipertanggungjawabkan keilmiahannya.Pendekatan ini dikenal sebagai pendekatan ilmu manajemen yang biasadimulai dengan langkah

sebagai berikut :

1. Merumuskan masalah

2. Menyusun model aritmatik

3. Mendapatkan penyelesaikan dari model

4. Mengkaji model dan hasil model

5. Menetapkan pengawasan atas hasil

6. Mengadkan implementasi

Alat bantu yang sering digunakan dalam metode ini adalah motede statistikdan komputerisasi untuk melihat kemungkinan dan peluang sebaai informasi yang dibutuhkanpihak manajemen.

 

 

 

 

 

Sumber  : http://maylanilestari.blogspot.com/2011/10/teori-organisasi-umum.html

http://www.scribd.com/doc/20318340/Artikel-Teori-Organisasi-Umum

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s