Nama        : Rizky Abu Rizal

Kelas         : 2KA25

NPM         : 16110157

Kiat Praktis Kerja di Luar Negeri

Kerja di luar negeri sebetulnya sangat luas. Banyak sekali jenis pekerjaan disana, dan masing-masing menawarkan pengalaman dan perasaan yang berbeda. Alasannya pun belum tentu karena tidak senang bekerja di Indonesia.

Bila ingin membawa serta keluarga, sekolah anak harus dipikirkan. Tidak sedikit warga Indonesia yang memasukkan anak-anaknya ke sekolah internasional. Harapannya, saat pulang ke Indonesia, sekolah anak tidak jadi masalah. Untuk itu sebelum tinggal dan bekerja di luar negeri, sekolah anak harus diputuskan.

Setelah urusan keluarga selesai. Segera sesuaikan diri dengan aturan di Negara setempat. Mulai dari aturan lalu lintas sampai aturan dalam hidup bersama: peraturan saat belanja, buang sampah, bayar pajak dan banyak lagi.

Misalnya naik bis kota di Jepang, penumpang harus naik dan turun di halte. Telat semenit dijamin tidak bisa naik, meskipun bis baru lewat di depan mata dan supirnya melihat kita.

Mau makan di restoran pun kadang harus antri panjang, dan orang yang antri tidak ada yang merasa terpaksa. Kalau tidak mau menunggu lama ya harus dating lebih awal. Begitulah budaya orang Jepang mereka sangat rajin antri.

Soal penghasilan, jumlahnya tergantung jenis pekerjaan. Ukuran penghasilan jangan dirupiahkan, akan tetapi harus diperhitungkan biaya hidup yang jumlahnya juga sangat relative (tergantung gaya hidup).

Di Jepang ada yang disebut UMR per jam. Untuk tenaga kerja lulusan SMA atau kerja sambilan gaji per jam rata-rata 750 Yen (ada yang lebih tinggi, tergantung daerahnya). Satu hari dihitung 8 jam kerja, dan satu minggu dihitung 5 hari kerja. Jadi dalam satu bulan seorang lulusan SMA bisa memperoleh penghasilan kotor 120 ribu Yen. Sedangkan untuk lulusan Sarjana baru, gaji pertama per bulan sekitar 175.000-195.000 Yen.

Satu lagi yang penting, biaya hidup janganlah dirupiahkan atau dikonversi ke rupiah. Kalau semua dirupiahkan, bisa jadi tidak makan dan jadi kurus. Di Jepang, yang terasa mahal adalah sewa rumah dan biaya transportasi, keperluan makan dan pakaian bisa diatur tergantung gaya hidup masing-masing. Harus pintar-pintar mencari toko yang melakukan diskon harga besar-besaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s