Nama       : Rizky Abu Rizal

NPM         : 16110157

Kelas        : 2KA25

Telah dijelaskan sebelumnya tentang organisasi, organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pada postingan kali ini akan menjelaskan tentang tipe struktur organisasi. Struktur organisasi itu sendiri merupakan bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal. Ada beberapa tipe struktur organisasi, diantaranya adalah :

a). Struktur Tradisional

Struktur ini berdasarkan fungsi divisi dan departemen. Ini adalah jenis struktur yang mengikuti aturan dan prosedur organisasi. Dicirikan dengan memberikan garis otoritas yang jelas di seluruh level manajemen

b). Struktur Lini

Merupakan jenis struktur yang memiliki lini perintah yang sangat spesifik. Persetujuan dan perintah dari jenis struktur ini berasal dari atas ke lini yang bawah. Struktur ini sesuai untuk organisasi yang kecil seperti kantor akunting atau kantor hukum. Jenis struktur seperti ini memudahkan pengambilan keputusan, dan bersifat informatif. Mereka memiliki departemen yang lebih sedikit, yang membuat seluruh organisasi sangat desentralisasi.

c). Struktur Lini & Staff

Kombinasi dari organisasi lini dan organisasi fungsional. Pelimpahan wewenang dalam organisasi ini berlangsung secara vertikal dari seorang atasan pimpinan hingga pimpinan dibawahnya. Untuk membantu kelancaran dalam mengelola organisasi tersebut seorang pimpinan mendapat bantuan dari para staf dibawahnya. Tugas para staf disini adalah untuk membantu memberikan pemikiran nasehat atau saran-saran, data, informasi dan pelayanan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan untuk menetapkan suatu keputusan atau kebijaksanaan.

d). Struktur Fungsional

Yaitu struktur organisasi dimana pembagian divisinya berdasarkan fungsinya masing-masing. Berikut adalah beberapa penjelasan tentang tipe ini:

  • Fokus pada pembagian tugas berdasarkan fungsi bagiannya masing-masing.
  • Komunikasinya menggunakan bottom-top communication, sehingga kontrol atasan terhadap bawahan lebih mudah, sederhana dan tidak berulang-ulang.
  • Masing-masing bagian cenderung hanya fokus pada bidang kerja masing-masing dan komunikasi antar bagian cendetung kurang terbuka.
  • Pergerakan dan komunikasi kurang tiap-tiap bagian masih tersekat-sekat.
  • Biasanya ditemukan pada organisasi-organisasi yang memproduksi barang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s